Sabtu, 06 Desember 2008

PERKEMBANGAN ISLAM DI ANDALUSIA

PERKEMBANGAN ISLAM DI ANDALUSIA

Dalam pertumbuhan Islam di Andalusia, bangsa Arab diperkenalkan dengan persoalan yang menyangkut pertanian, karena wilayah Spanyol sangat subur bagi pertumbuhan lapangan pertanian. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh pemerintahan agar orang-orang di Spanyol bergerak dalam lapangan pertanian. Di samping itu pertukangan juga berkembang pesat. Pemgetahuan tentang bangunan dikembangkan oleh khalifah-khalifah di Spanyol.

Gedung-gedung yang tinggi dan indah berdiri megah dengan arsiktektur yang indah-indah. Demikian juga masjid dan perpustakaan diutamakan dalam perkembangan Islam di Andalusia. Angkatan bersenjata di waktu itu termasuk yang terbesar dan terkuat di belahan Eropa.

Kota Cordova menjadi pusat kebudayaan dan pemerintahan Islam. Di ibukota Andalusia itu berkembang ilmu pengetahuan Islam dan umum. Perguruan tinggi (Al-Jami’ah) berdiri dengan mahasiswa dari berbagai bangsa. Sarjan-sarjan Islam seperti Ibnu Rusydi, Ibnu Hasan, Muhyiddin Ibnul Araby dengan pengetahuannya uang mendalam tentang Agama Islam menyemarakkan perkembangan ilmu pengetahuan di Andalusia.

Ibnu Tufail mengembangkan imu kedokteran, Ibrahim Az Zarqaly ahli astronomi, Ibnu Khaldun ahli sejarah dan sosioogi, Ibnu Baitar Al Malaqy ahli dalam masalah tanaman dan pertanian.

KEKHALIFAHAN DI ANDALUSIA

Sejak pemerintahan Bani Umayah, kekuasaan wilayah Islam telah mencapai negeri Spanyol atau Andalusia. Yaitu di masa khalifah Walid bin Abdul Malik. Adapun wilayah Andalusia (Spanyol) di zaman kekuasaannya para Amir Bani Umayah meliputi Giblartar, Granada, Cartagena, Venesia, Avragon, Barcelona, Sarragosa, Caslilia, Lion dan Cordova.

Samapai zaman pemerintahan Abbasiyah kekhalifahan Bani Umayah tetap menguasai Andalusia, walaupun di negara-negara Arab kekuasaan Bani Umayah telah punah. Khalifah yang berkuasa di Andalusia dimasa itu adalah Absurrahman Ad Dakhil. Ia menjadi khalifah di Spanyol selama 31 tahun ia wafat dalam usia 67 tahun )172 H – 788 M)

Abdurrahman Ad Dakhil adalah seorang pelarian politik dari Afrika. Nama sebenarnya adalah Abdurrahman bin Mu’awiyah. Pertama ia melarikan diri ke Afrika Utara kemudian ia menyeberang menuju tanah Andalusia (Spanyol).

PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI PADA MASA KHALIFAH

Ilmu pengetahuan adalah ilmu yang diperoleh melalui penelitian ilmiah. Berbeda dengan ilmu agama yang diperoleh melalui wahyu Allah. Ilmu pengetahua bersifat objektif dan rasional. Semua orang yang berakal dapat menerima hasil dan penelitian ilmu pengetahuan.

Islam mengajarkan kepada penganutnya bahwa tidak hanya cukup mempelajari urusan dunia atau urusan akhirat saja. Akan tetapi, harus ada keseimbangan antara urusan dunia dan urusan akhirat. Oleh karena itu, ulama-ulama tidak hanya menyibukkan diri dalam urusan akhirat saja. Banyak ulama serta cendikiawan muslim yang berjasa terhadap perkembangan ilmu pengetahuan yang hingga saat ini dipergunakan.

Pada zaman keemasan Islam cendikiawan muslim menguasai bebagai macam ilmu pengetahuan. Banyak cendikiawan muslim yang menguasai ilmu filsafat, kedokteran, matematika, astronomi dan kesastraan untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan.

1. Ilmu Fisika dan Matematika

Beberapa cendikiawan muslim yang menguasai ilmu fisika dan matematika adalah sebagai berikut :

a. Al-Farabi, nama lengkapnya adalah Abu Nasr Muhammad al-Farabi dikenal mengembangkan disiplin ilmu fisika. Ia juga dikenal sebagai pakar musik. Teori musiknya terdapat dalam kitab al-Musiq al-Kabir (Buku Besar tentang Musik).

b. Umar bin Al-Farkhan, berhasil membangun kota Baghdad dengan perencanaan berdasaran hitungan fisika dan matematika. Menyalin buku berbahasa Persia “Quad-ripartium” (ptolemy) ke dalam bahasa Arab.

c. Al-Makmun, seorang cendikiawan yang kemudian mengaku jabatan khalifah. Ia berhasil membangun observatorium di tanah lapang Sinyar, Ia mengukur derajat cahaya rembang matahari dan menemukan teorinya sendiri.

d. Al-Battani, dikenal sebagai tokoh yang pertama menemukan serta mengembangkan hitungan sinus, tangent dan contangent.

Komentar Prof. Dr. Carra de Vaux salah seorang ilmuan berkebangsaan Belanda terhadap penemuan al-Battani, adalah “….. Al-Battani telah mengantar kita ke abad ilmu pengetahuan modern sekarang …..”

e. Al-Kindi, lebih dikenal dengan Al-Kindus seorang ahli fisika penemu optik.

f. Ibnu Haitam, seorang ahli matematika dikenal dengan sebutan Avenetan, beliau orang pertama yang menemukan rumus cahaya.

g. Al-Khawarizmi dikenal sebagai Bapak Aljabar/Aritmatika. Ia adalah orang pertama yang menemukan ilmu hitung.

2. Ilmu Kedokteran

Dalam ilmu kedokteran, ilmuan Islam telah menyumbangkan peran sangat penting dan menentukan sejarah ilmu kedokteran modern. Beberapa tokoh terkemuka dan karyanya berikut ini telah menjadi saksi sejarah bagi ilmuan pada abad sekarang.

a. Jabir ibn Hayyan, seorang dokter diawal kemajuan Islam. Ia dikenal sebagai Bapak Imu Kimia. Ia telah menulis puluhan buku penting mengenai ilmu kimia. Karya-karyanya menjadi rujukan penting bagi para kimiawan lainnya dan telah diterjemahkan kedalam beberapa bahasa asing.

b. Abu Bakar bin Zakaria Ar Razi yang lebih dikenal dengan sebutan Ar Razi. Dikalangan Eropa lebih akrab dengan sebutan Rhazes Zakaria Ar-Razi adalah seorang ahli ilmu kedokteran pertama yang menulis masalah pengobatan secara medis atau ilmiah dan penemu air raksa. Karyanya adalah Al-Hawi hingga saat ini dijadikan rujukan ilmu kedokteran di dunia.

c. Ibnu Sina mempunyai nama lengkap Husein bin Abdillah, ialah seorang dokter dan filsuf ternama. Di Eropa, Ibnu Sina dikenal dengan sebutan Avicenna. Di dunia Islam beliau dikenal sebagai ahli filsafat ketuhanan. Ibnu Sina dilahirkan bukan hanya untuk orang Islam tetapi kaum Yahudi dan zionis pun mengakuinya. Dalam dunia Islam Ibnu Sina dianggap sebagai zenith (puncak ilmu kedokteran). Karyanya yang berjudul al-Qunun Fi at-Tibb dan Asy-Syifa menjadi rujukan dunia ilmu kedokteran sampai saat ini. Oleh karena itu, beliau dikenal sebagai Bapak Kedokteran.

3. Ilmu Astronomi

Beberapa tokoh terkemuka dibidang astronomi, antara lain:

a. Nasiruddin at-Tusi, pendiri observatorium di Maragah, Asia Kecil. Dengan observatoriumnya, ia berhasil merekam perjalanan bintang dalam tabel astronomi Ilkhaniah. Sebuah bola berputar yang tersusun atas berbagai cincin membantu dalam penyelidikannya. Observatorium Maragah dilengkapi alat yang paling baik pada saat itu, antara lain alat pengamatan gerhana dan kedudukan bintang di cakrawala.

b. Tsabit Ibn Qurra, ahli perbintangan yang memiliki observatorium penyelidik jarak matahari ke bumi. Ia mempelajari perjalanan matahari selama satu tahun.

c. Al-Battani, oleh orang-orang Eropa lebih dikenal dengan nama Albategnius. Hasil pengamatan dalam observatoriumnya disalin kedalam bahasa latin, kemudian disusun kembali kedalam bahasa Arab.

d. Abul Wafa, mengembangkan teori al-Battani dan berhasil menemukan teori tentang garis jalan bulan yang baru. Di Eropa jalan tersebut dinamakan variation. Untuk bisa menguasai teori yang ada dibuku Abul Wafa, para ilmuan Barat memerlukan waktu yang beratus tahun lamanya.

e. Al-Farghani, di Eropa dikenal dengan nama Al-Faraganus. Dia ialah pelopor astronomi modern.

1 komentar:

  1. Salaamualaikum..
    Terimakasih atas bantuan pengetahuannya..

    ttg kitab al- Musiq al-Kabir bisa saya ketahui dimana ya..

    Terima kasih..

    Salaam.

    BalasHapus