Minggu, 20 Januari 2008

Pintu Menuju Allah

Pintu Menuju Allah

Oleh

M. Thoyib HM

Wahai Tuhanku, Alangkah ironisnya

Kami ada di kerak neraka

Tapi takut pada kekekalan

Wahai yang jatuh cinta, kepada emas

Bersorak dan berteriak,

Seolah maut akan tiba

Dan mengetuk pintunya

Bayangkan suatu hari

Kala kau hirup nafas terakhir

Dengan benak istrimu

Terpaku pada suami orang lain

Sebelum panah kematian mengoyak perisaimu

Jadikan tujuanmu sebagai pedoman

Serahkan dirimu

Tujuan manusia adalah berbakti dan memahami

Wahai kasih Allah

Mencurahkan kepatuhan dan pemahaman

Mencintai Adalah Belajar

Mencintai Adalah Belajar (Rumi)

Oleh

M. Thoyib HM

Ingatlah Allah selalu

Agar diri bisa dilupakan

Sehingga dirimu lenyap

Dalam sana tunggal

Pada siapa kau menyembah

Tanpa memperdulikan

Untuk siapa ibadah atau doa itu.

Aku sudah muak dengan otakku

Sudah kukoyak habis pakaianku

Dan kucampakkan

Jika kau tak telanjang bulat

Lilitkan jubah indah kota-kota

Dan tidurlah

Hanya dari hati kau bisa menggapai langit

Mawar keagungan hanya bisa ditumbuhkan dalam hati.

Sejak kudengar tentang dunia cinta

Kumanfaatkan hidupku, hatiku

Dengan mata dijalan ini,

Aku pernah berfikir bahwa cinta

Dan yang dicintai itu berbeda

Kini aku mengerti bahwa keduanya sama

Dia Akan Masuk

Dia Akan Masuk (Rumi)

Oleh

M. Thoyib HM

Ada sebuah kota dimana kau bisa temukan

Apapun yang kau mau

Orang – orang berparas bagus, kesenangan.

Segala perhiasan, segala yang sudah sewajarnya

Dibutuhkan orang tetapi, kau tidak akan

Menemukan satupun orang bijak disana

Alangkah ironisnya

Kota itu adalah manusia, bila ada ratusan ribu

Pencapaian disana tetapi tak ada unsur hakekat

Hati yang pengasih

Lebih baik kota itu dihancur leburkan.

Pencinta Sejati

Pencinta Sejati

Oleh

M. Thoyib HM

Suatu ketika nanti aku akan wafat

Menyandang sayap dan bulu seperti malaikat

Sesuatu itu, melayang lebih tinggi

Dari para malaikat

Apa yang tak dapat kau bayangkan

Aku akan jadi seperti itu

Jika kau haus dan minum air dari sebuah cangkir

Kau lihat Allah didalamnya,

Mereka yang tidak mencintai Allah hanya

Akan melihat wajahnya sendiri disitu.

Bersabar dan gelisahlah

“Makan kegelisahan” adalah sebuah pengosongan

seusai pengosongan kebahagian muncul

yaitu kebahagian yang tidak mengenal kegelisahan

sekuntum mawar tanpa onak,

anggur yang tidak mengakibatkan pusing.

Jiwa Yang membeku

Jiwa Yang membeku

Oleh

M. Thoyib HM

Apapun harta dan benda yang diinginkan

Bisa diperoleh, diri rendah, ia bersandar

Pada semua itu, enggan melepaskannya.

Karena ketamakan untuk mendapatkan

Lebih banyak Atau karena takut

akan kemiskinan dan kebutuhan.

Diri rendahmu adalah naga

Tiran buas dan haus darah

Ia tidak mati, Cuma membeku

Kurunglah nagamu dalam salju disiplin diri

Jangan membawanya keterik “matahari baghdad”

Biarkan nagamu tetap terlelap

Jika kau lepas, kau akan dilahap

Mencintai Tuhan

Mencintai Tuhan

Oleh

M. Thoyib HM

Kemaren kemabukan menghantarku kepintu cinta

Tapi hari ini tak bisa kutemukan

Pintu ataupun rumahnya.

Tahun lalu aku punya dua sayap

Ketakutan dan harapan

Hari ini, aku tak tahu tentang sayap

Tak tahu bagaimana terbang

Tak tahu takutku yang hilang